أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّٰهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّوْمُ ، لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ، لَهُ مَا فِى السَّمٰـوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ، مَنْ ذَا الَّذِىْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ، وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰـوٰتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُوْدُهُۥ حِفْظُهُمَا ، وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ.
“Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Mengatur segala sesuatu. Tidak ada rasa kantuk yang menimpa-Nya, dan tidak pula tidur. Hanya kepada-Nya lah milik segala yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang ada di depan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sedikit pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan menjaga keduanya tidak memberatkan-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Tinggi, Maha Agung.” (2:255)
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.
Allah tempat meminta segala sesuatu.
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.
Kami telah memasuki pagi ini, dan pada saat ini seluruh kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa; tidak ada sekutu bagi-Nya. Seluruh kerajaan hanya milik-Nya, segala puji hanya bagi-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhan kami, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan yang ada setelahnya, dan aku memohon perlindungan-Mu dari kejahatan yang ada pada hari ini dan kejahatan yang ada setelahnya. Ya Tuhan kami, aku memohon perlindungan-Mu dari kemalasan dan penderitaan karena usia tua. Ya Tuhan kami, aku memohon perlindungan-Mu dari siksa api Neraka dan siksa kubur.
Doa ini sering dijumpai dalam kitab hadis seperti Sunan Abu Dawood dan Sunan at-Tirmidzi sebagai bagian dari dzikir pagi yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat subuh dan sebelum memulai aktivitas sehari-hari. Dengan membaca doa ini, seorang Muslim memulai hari dengan kesadaran penuh akan ketergantungan mereka kepada Allah dan berusaha menjalani hidup dengan penuh rasa syukur dan perlindungan dari-Nya.
اَللّٰهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ.
Ya Allah, dengan-Mu kami telah memasuki pagi, dengan-Mu kami telah memasuki petang, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kami akan kembali.
Doa ini sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW dan diajarkan kepada para sahabatnya untuk dibaca setiap pagi dan sore hari. Doa ini diriwayatkan dalam berbagai kitab hadis seperti Sunan Abu Dawood dan Sunan at-Tirmidzi.
أَصْبَحْنَا عَلَىٰ فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ ، وَعَلَىٰ كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ ، وَعَلَىٰ دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَىٰ مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا وَّمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Kami telah memasuki pagi dalam fitrah Islam, dengan kalimat ikhlas, dengan agama Nabi kami Muhammad, dan dengan agama ayah kami Ibrahim yang hanif (lurus), seorang Muslim, dan dia tidak termasuk dari golongan orang-orang musyrik.
Doa ini diriwayatkan dalam kitab hadis seperti Sunan Abu Dawood dan Sunan at-Tirmidzi, yang menunjukkan bahwa doa ini adalah bagian dari dzikir pagi yang dianjurkan untuk dibaca setiap hari setelah shalat subuh.Dengan membaca doa ini, umat Muslim memulai hari mereka dengan mengingat tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu beribadah kepada Allah dengan ikhlas dan mengikuti jalan yang benar, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS.
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ ، عَدَدَ خَلْقِهِ ، وَرِضَا نَفْسِهِ ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ.
Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak jumlah makhluk-Nya, sebesar keridhaan-Nya, seberat Arsy-Nya, dan sebanyak tinta-tinta kalimat-Nya.
Doa ini diriwayatkan dalam beberapa kitab hadis, termasuk dalam Sahih Muslim dan Sunan Abu Dawood, sebagai bagian dari dzikir pagi yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.Doa ini sangat bermanfaat sebagai bentuk dzikir yang mengingatkan kita akan kebesaran dan kemuliaan Allah, serta sebagai cara untuk memulai dan mengakhiri hari dengan mengingat-Nya.
(سيد الاستغفار) اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ ، فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.
Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berjanji untuk memenuhi janji dan perjanjian-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku lakukan. Aku mengakui nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka, ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.
Sayyid al-Istighfar ini diriwayatkan dalam Sahih Bukhari. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa yang mengucapkan doa ini di pagi hari dengan penuh keyakinan, kemudian dia meninggal pada hari itu, maka dia akan masuk surga. Barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan, kemudian dia meninggal pada malam itu, maka dia akan masuk surga." (HR. Bukhari)
اَللّٰهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ ، اَللّٰهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ ، اَللّٰهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ.
Ya Allah, berikanlah kesehatan pada tubuhku, berikanlah kesehatan pada pendengaranku, berikanlah kesehatan pada penglihatanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kemiskinan, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada Tuhan selain Engkau.
Hadits ini diriwayatkan dalam Sunan at-Tirmidzi (Hadits no. 3577) dan Musnad Ahmad (Hadits no. 12762) dari Anas bin Malik (ra), di mana Rasulullah (SAW) mengajarkan doa ini kepada umatnya sebagai perlindungan dari berbagai kesulitan dan bahaya, baik yang bersifat fisik maupun spiritual. Hadits ini termasuk dalam kategori hadits Hasan.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ ، اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ ، وَمِنْ خَلْفِيْ ، وَعَنْ يَّمِيْنِيْ ، وَعَنْ شِمَالِيْ ، وَمِنْ فَوْقِيْ ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan (al-‘āfiyah) dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, kehidupan dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah aurat-auratku dan berikanlah keamanan dari segala ketakutanku. Ya Allah, lindungilah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atas. Dan aku berlindung kepada-Mu dengan keagungan-Mu agar aku tidak dibinasakan dari bawah.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Sunan at-Tirmidzi (Hadits no. 3492) dan Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad (Hadits no. 17464). Hadits ini mengajarkan umat Islam untuk memohon perlindungan Allah dari segala bentuk keburukan dan musibah, serta memohon keselamatan dalam semua aspek kehidupan. Hadits ini termasuk dalam kategori Hasan.